Les Fleurs du mal
Charles BaudelairePenulis : Charles Baudelaire
Periode Sastra : Du romantisme au symbolisme
Jenis Karya : Recueil de poèmes
Tahun Terbit : 1857
Tema Utama : Le Spleen atau spleen, l'Idéal atau ideal, keindahan dalam kejahatan, dan kondisi manusia.
Detail Karya
Diterbitkan pada 25 Juni 1857, Les Fleurs du mal memicu skandal besar yang berujung pada proses hukum. Charles Baudelaire didenda, dan enam puisinya disensor karena dianggap melanggar moralitas publik. Peristiwa ini menandai benturan tajam antara kebebasan ekspresi sastra dan norma sosial zamannya.
Kumpulan puisi ini melukiskan kondisi tragis manusia yang terbelah antara dua kutub: dorongan menuju l’Idéal (kebaikan dan keluhuran) dan kejatuhan ke dalam le Spleen (kejenuhan, kehancuran batin). Di sinilah letak kebaruan estetikanya. Baudelaire mencari la beauté (keindahan) bukan pada yang suci atau ideal, melainkan justru pada hal-hal kelam dan terlarang, sambil menyelami jurang batin manusia.
Dalam konteks Indonesia, estetika ini mudah dipahami melalui karya lagu, puisi, atau film yang mengangkat rasa muak, lelah hidup, dan sisi gelap kota, namun tetap terasa indah karena jujur dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Referensi :
Materi pembelajaran dalam situs ini disusun melalui proses adaptasi dan sintesis akademik dengan merujuk pada sumber utama Bescherelle – Chronologie de la littérature française (Hatier, 2014), serta didukung oleh verifikasi data dari Larousse.fr ataupun Gallica (BnF).
Seluruh konten diproduksi secara mandiri untuk tujuan edukatif nonkomersial, tanpa melakukan terjemahan langsung maupun reproduksi teks sumber secara utuh. Pembaca dianjurkan untuk merujuk langsung pada sumber asli guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
Photo : Bibliothèque nationale de France, extrait de l’article « Les Fleurs du mal », Essentiels BnF, consulté sur https://essentiels.bnf.fr/fr/article/e0e681e1-09a5-41e5-9800-beb77e313582-fleurs-mal
Komentar